Bab 71. BEYOND REDLINE

1697 Words

Langit Jakarta pagi itu seolah tidak sinkron dengan suasana hati Meadow yang mendung pekat. Gadis itu membanting tas sketsanya ke atas meja rias, menatap pantulan dirinya di cermin dengan bibir mengerucut kesal. Jarinya dengan agresif menekan layar ponsel, memeriksa kolom percakapan dengan satu nama. Wilder Masih sama. Terakhir dibaca enam jam yang lalu tanpa balasan. "Sibuk apa sih? Sesibuk apa sampai jempolnya kaku buat ngetik oke doang?" gumam Meadow geram. Sebagai mahasiswi jurusan desain busana, Meadow biasanya meluapkan emosinya ke atas kain atau coretan pensil, tapi kali ini, rasa diabaikan oleh Wilder membuatnya kehilangan selera kreatif. Ia merasa seperti manekin yang dipajang di pojok toko—ada, tapi tidak diperhatikan. Dengan langkah menghentak, ia menyambar kunci mobilnya. I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD