Peninggalan Hazen

1105 Words

Arthur membuka mulutnya tanpa tahu harus mengatakan apa. Apa yang didengar dari Bram membuat jantungnya benar-benar berhenti dan seolah ada balok besar yang memukul dadanya. Arthur tak mampu lagi mendengarnya, tangannya seolah tak bertenaga dan terkulai jatuh begitu saja, tak mempedulikan ponselnya yang jatuh ke lantai dengan keadaan masih menyala dengan sambungan telepon dari Bram. "Hazen ...," bisiknya dengan d**a penuh dengan perasaan sakit dan sesak. Air matanya pun tak mampu dibendungnya. Hingga akhirnya Arthur menangis dengan tangan menyangga kepalanya. "Maafkan aku, Hazen! Maafkan aku!" bisiknya lirih. Hazen menembak dirinya sendiri, karyawannya di bengkel menemukannya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Sebelumnya dia mengalami keguguran beberapa minggu lalu, diduga dia dep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD