Penyesalan Terbesar Arthur

1083 Words

Alia menggeleng dengan tangannya yang membekap mulutnya sendiri menahan tangis. "Nggak! Nggak! Tidak boleh! Raffa-ku nggak boleh diambil!" gumamnya dengan mata nanar dan berair. Fala terkesiap, Alia mengalami serangan panik dan ia shock berat. Maka ia segera mendekat dan memeluknya dengan erat. Wanita itu menangis tertahan di dalam pelukannya. "Tenanglah, Sayang! Raffa akan selalu bersama kita!"bisik Fala menenangkan Alia. Untuk beberapa saat mereka hanya diam saling berpelukan dengan suara isak tangis Alia mengisi suasana. Alia mengurai pelukannya dan menghapus air mata, ia mendongak pada Fala. "Siapa mereka?" tanyanya. Fala menarik nafas berat, "Mereka adalah suami istri yang pernah aku tolong sewaktu kecelakaan itu, dan ..." "Dan apa?" sambung Alia karena Fala malah terdiam mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD