Pagi itu, sinar matahari menembus tirai tipis kamar Ranu, menyelimuti seluruh ruangan dengan cahaya lembut. Suara burung di halaman terdengar samar, sementara udara pagi membawa aroma segar dari tanaman di pekarangan. Ranu sudah bangun lebih awal dari biasanya, duduk di tepi ranjang dengan boneka dinosaurus kesayangannya di pelukan. Mata besarnya menatap langit-langit, masih memikirkan kata-kata ibunya dan bisikan orang tua di sekolah kemarin. Dari luar kamar terdengar suara Kayla yang sudah bangun dan menguap panjang. “Ranu, ayo bangun. Sarapan hampir selesai!” seru Kayla riang, tanpa menyadari ketegangan yang masih dirasakan Ranu. Ranu mengangguk pelan. Senyum kecil muncul di wajahnya, meski matanya masih tampak sayu. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri. “Oke, Kayla … a

