Hari itu, langit Jakarta diselimuti mendung tipis. Awan kelabu bergelayut di atas gedung Pengadilan Negeri yang sudah dipadati wartawan sejak pagi buta. Mikrofon, kamera, dan tripod berderet memenuhi halaman depan. Setiap orang yang datang diperhatikan, setiap mobil yang berhenti langsung disorot kamera. Semua menunggu satu nama: Reno Raksadipura. Setelah berminggu-minggu heboh dengan penangkapannya, kini pria yang pernah digadang-gadang sebagai salah satu pengusaha muda paling berpengaruh di negeri ini akhirnya akan dihadapkan pada meja hijau. Kasus penggelapan dana, korupsi proyek, dan tindak kekerasan rumah tangga yang menyeret namanya sudah cukup untuk mengguncang fondasi keluarga besar Raksadipura. *** Sirine pendek terdengar dari kejauhan. Dua mobil polisi hitam memasuki halaman

