Sore itu, matahari mulai condong ke barat. Cahaya hangatnya masuk menembus jendela ruang keluarga, menyoroti lantai kayu yang bersih dan perabot sederhana rumah Jayne. Di dapur, aroma roti panggang dan apel yang baru dipotong samar memenuhi udara. Jayne sibuk menyiapkan kudapan sore untuk Ranu dan Kayla. Potongan buah segar disusun di piring kecil, roti manis ditata rapi di nampan, s**u hangat siap dituangkan ke dalam gelas. Semua terlihat seperti sore biasa, namun hati Ranu terasa berbeda. Ranu duduk di sofa, memeluk boneka dinosaurus kesayangannya. Biasanya, anak lima tahun itu selalu ceria, berceloteh tentang hari di sekolah, atau minta bantuan Jayne untuk menggambar. Tapi sore ini, ia hanya menunduk, matanya kosong menatap piring kudapan di depannya. Kayla yang duduk di sebelahnya, ta

