Pagi itu Jakarta mulai sibuk. Jalanan penuh klakson, gedung-gedung perkantoran diselimuti sinar matahari yang memantul di jendela kaca. Namun di lantai tertinggi rumah besar keluarga Takizaki, suasana berbeda. Sunyi, teratur, hanya dentingan sendok mengenai cangkir kopi yang terdengar sesekali. Jayden duduk di kursi panjang di ruang kerjanya, setelan abu-abu rapi menempel di tubuh tegapnya. Di hadapannya, layar monitor besar menampilkan grafik saham, berita utama media, dan komentar publik yang masih ramai memperbincangkan kejatuhan Reno Raksadipura. Di pojok layar, satu kalimat tebal terpampang di portal berita bisnis ternama: “Raksadipura Group Diguncang Skandal: Saham Anjlok 17% dalam Sehari.” Jayden membaca kalimat itu sekali lagi, lalu sudut bibirnya terangkat. Sebuah senyum tipis

