Bisikan Kotor.

1196 Words

Reno duduk sendirian di ruang kerjanya. Lampu gantung kristal berayun pelan karena angin dari AC yang terlalu dingin, menciptakan suara berderik samar. Di depannya, beberapa berkas tebal berisi laporan bisnis anak buahnya tersusun rapi, tapi isi kepalanya berantakan. Matanya merah, bukan hanya karena kurang tidur, tapi karena kemarahan yang terus dipelihara sejak beberapa minggu terakhir. Ia menyalakan cerutu, menghembuskan asap ke udara, lalu menatap ke arah kaca besar yang memantulkan bayangan dirinya. Ada sesuatu yang janggal pada tatapan itu: seolah-olah ia tak lagi melihat dirinya sendiri, melainkan seseorang yang lain. Bayangan yang lebih bengis, lebih rakus, lebih kejam. “Semua mata mengawasi …,” bisik Reno pada dirinya sendiri, suaranya lirih, hampir seperti gumaman. “Jayden … Ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD