Bayangan di Balik Tender.

1035 Words

Ruang rapat Takizaki Group malam itu terasa hening meski dipenuhi suara kipas pendingin dan detak jam dinding. Jayden duduk di ujung meja panjang, matanya menatap serius ke layar proyektor yang menampilkan data tender proyek infrastruktur berskala nasional. Di kursi sebelahnya, Ario—dengan setelan jas gelap dan kemeja yang sedikit longgar di kerah—mencatat poin-poin penting dengan tenang. “Kontrak ini akan menentukan arah ekspansi kita untuk lima tahun ke depan,” ujar Jayden dengan nada dalam. “Kalau kita dapat, Takizaki Group resmi masuk ke level yang tak bisa disentuh kompetitor mana pun.” Ario hanya mengangguk. “Tapi karena itu juga, mereka akan melakukan segala cara untuk menjegal kita. Termasuk Reno.” Jayden menoleh, alisnya terangkat. “Kamu yakin dia akan turun langsung ke sini?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD