64. Janji Lama, Luka Baru

1192 Words

Semua mata tertuju pada Irwan. Bukan lagi pada Dika. Bukan lagi pada janji lama. Dika berdiri kaku, jemarinya mengepal pelan. Habis sudah, batinnya pahit. Tadi ia sempat yakin masih punya keunggulan, dia sehat, normal. Irwan bertongkat. Tapi sekarang… Irwan berdiri tegak, tanpa tongkat, dengan aura yang bahkan membuatnya tampak kecil. Irwan menoleh ke Mimi. “Mi,” panggilnya pelan, suaranya jauh lebih lembut dibanding tadi. “Pulang ke mansion lagi.” Mimi terbelalak. “Eh?” “Aku serius.” Irwan menatapnya lurus. “Aku sembuh… karena kamu.” Dadang refleks meluruskan punggung. Dika menelan ludah. Irwan menarik napas, lalu melanjutkan, nada suaranya jujur tanpa ditutupi gengsi lagi. Kini rasa percaya dirinya sudah kembali. “Aku minta maaf soal dulu. Aku emosi. Aku cemburu.” Ia me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD