“Pas banget!” gumam Anne sembari melangkah keluar dari kamar bayi. Suara motor yang ia kenali terdengar, diikuti derit pagar. Ia mengintip dari tirai di ruang tamu, memastikan jika Ben yang pulang. “Ya Allah, kasian banget,” kekehnya. Anne beranjak ke dapur, membuka pintu samping, lalu pintu garasi. Udara malam masih berpadu dengan rintik hujan. Ben semakin basah jika dibandingkan saat pulang tanpa motor sebelumnya. Lebih tepatnya, kini ia kuyup sempurna. “Assalamu’alaikum,” sapa Ben tetap semangat. Jaketnya meneteskan air, rambutnya acak-acakan, namun cengirannya tetap maksimal. “Wa’alaikummussalam,” jawab Anne. Ia mengulurkan tangannya, mencubit gemas kedua pipi suaminya sambil tergelak. “Kamu tuh jadi kayak tikus kecebur got terus naik motor, tau ngga!” “Got Jepang kan? Kalau got

