“Safa sudah mandi. Pakai popok dulu, terus pijit deh. Oke?” Anne meraih botol minyak kelapa sambil menunduk menciumi Safa. Kaki dan tangan putrinya bergerak aktif, menggambarkan keriangan. Ia lalu mengoles cairan itu ke area yang akan tertutup sebelum memakaikan popok. “Wah, anak ayah wangi kelapa,” ujar Ben yang menyusul masuk ke kamar bayi. Ben menunduk, menumpu kedua siku di samping tubuh mungil Safa, mengajak sang putri bicara. Sementara itu, Anne sibuk memberi pijatan lembut di perut. “Enaknya yang dipijit, biar ngga kembung, ya Safa,” ujar Anne. “Ibun pelan-pelan lho.” Ia lalu terkekeh saat perut sang bayi menegang singkat. “Geli, Ibun,” ujar Ben. “Hummm,” gumam Safa. “Sudah bisa nyahut nih anak ayah,” balas Ben. “Ngga sengaja nyahut, Ayah. Refleks aja kok,” timpal Anne mewak

