“Duh, kumat lagi!” sambat Ben sambil menepuk-nepuk tetikusnya pelan. “Kenapa?” tanya Anne yang baru saja masuk selepas mengambil pesanan matcha latte-nya. “Aku mau tambah es krim vanilla, sama bikin roti oles cream cheese sama topping buah iris. Kamu mau ngga?” Ben mengangguk seraya menerima Safa yang Anne pindahkan ke pangkuannya. “Matcha-nya tambahin espresso, baby,” tanggapnya. “Tambah gula ngga?” “Jangan dong, kan sudah ada es krim,” sahut Ben. “Aku mau order mouse dulu nih. Punyaku udah mulai kena ‘double-click syndrome’.” “Oke.” Ben beranjak dari kursinya sambil membawa Safa. “Mau ke mana?” tanya Anne lagi. “Ngambil tablet di kamar. Aku habis clear cache and cookies laptop, pasti minta konfirmasi ke tablet.” “Oh.” Ben meletakkan Safa di ranjang, mengambil tablet, lalu ikut

