“Sini … Adik ke sini … Duduknya di depan Kakak … Kan, adik sedang beli.” Sera terlihat sibuk dan berlagak sedang memasak sesuatu sambil memberi instruksi pada adiknya bagaimana cara bermain yang benar. Namun, Naira memiliki keinginannya sendiri, anak itu berjalan dengan tidak seimbang karena tubuhnya yang tambun, jalan ke belakang kakaknya, dan menuju ke samping kakaknya, lalu duduk mepet di samping kakaknya dan dengan tubuh berisinya dia mendorong kakaknya untuk menyingkir. “Adik …” Sera kadang tidak tahan dan merasa gemas dengan Naira yang tidak bisa diajari. “Oke, deh, Adik Nai yang masak dan jualan, Kakak yang beli.” Sera akhirnya inisiatif mengubah alur permainan. Adiknya itu langsung tersenyum ke arahnya dan memperlihatkan dua gigi atas bawahnya yang sudah tumbuh. Sera terg

