Bab 163 | Menunggu Tanpa Kepastian

3331 Words

Sheya tersenyum melihat bagaimana Sera yang menuntun adiknya dengan begitu lembut dan hati-hati. Saat adiknya kesulitan menaiki tangga, anak itu berhenti untuk menunggu lalu juga ikut membantu. “Seperti ini naiknya, Adik. Angkat satu kakinya dulu, baru yang satu ikut naik. Tidak perlu pakai tangan.” Sera mencontohkan seperti biasa, namun Naira hanya menggumam tidak paham dan tetap merangkak menggunakan tangannya untuk menaiki undakan tangga. Setelah dibujuk, putrinya itu akhirnya mau tidur lebih dulu tanpa harus menunggu ayahnya pulang. Sheya mengatakan jika Naira akan menemaninya tidur malam ini dan Sheya yang akan membacakan dongeng, barulah kesedihan Sera teralihkan dan membuat anak itu dengan semangat menuntun adiknya untuk naik ke kamarnya. Baru seperempat jalan mereka menaiki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD