Sheya mulai merasa lelah secara fisik, padahal dia hanya berbicara, bukan melakukan sesuatu yang membutuhkan tenaga ekstra, tapi obrolannya yang menguras emosi membuat Sheya jadi kelelahan. Atau karena ini bagian dari efek kehamilannya? Sepertinya begitu, Sheya membatin. Mau tidak mau dia harus menyelesaikan ini. Namun tiba-tiba batinnya berbisik dan membuat Sheya tersentak, sang hati mengingatkannya jika dia telah melakukan kesalahan dengan tidak mematuhi pesan suaminya tadi. Masnya itu mengatakan supaya Sheya langsung menghubunginya jika terjadi sesuatu. Dan sesuatu yang tidak terduga itu terjadi, namun alih-alih menghubungi suaminya, Sheya justru memilih menghadapinya sendirian. Bukankah dia menjadi istri yang durhaka? Seketika hatinya dilanda rasa bersalah pada suami yang sel

