Bab 142 | Amarah Juna

2916 Words

Juna mendesah lirih dan kembali mengecek ponselnya. Pesan terakhir yang dia kirimkan pada sang istri belum kunjung mendapatkan balasannya. “Pak Juna … Boleh saya masuk?” Ketukan pintu dan suara Lukas menyentak Juna di tempatnya. “Masuk.” Juna menatap Lukas dengan kening yang mengernyit, menyadari jika asistennya itu terlihat gugup seolah membawa berita buruk. “Maaf, Pak. Saya baru saja mendapatkan informasi, dan saya menyadari informasi ini sangat terlambat untuk disampaikan.” “Langsung saja, Lukas. Saya tidak suka kamu bertele-tele.” “Ibu Savira, menemui istri anda di sekolah.” Lukas langsung menahan napas dengan wajah yang menegang setelah mengatakan itu. “Kapan?” Nada suara Juna terdengar langsung berubah dalam dan menusuk telinga Lukas. “Sekitar jam sepuluh pagi, Pak.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD