Sheya merasa lelah sekali akhir-akhir ini, lebih tepatnya setelah kejadian kebakaran itu, sudah seminggu lebih berlalu, namun masnya justru terlihat semakin sibuk. Setiap pulang ke rumah, wajah masnya itu selalu terlihat lelah dan membawa beban pikiran, masnya tidak bercerita banyak, hanya saja mengatakan jika kerugian dari kebakaran yang terjadi itu menjadi kerugian terbesar sepanjang Ratama Departement Store berdiri. Sheya merasa iba dengan beban kerja besar yang sedang ditanggung oleh masnya, perusahaan sedang mengalami guncangan, namun dia tidak bisa banyak membantu kecuali menjadi tempat mengadu keluh kesah masnya. Masnya mengatakan jika banyak yang harus diurus setelah itu, sampai perusahaan membentuk tim krisis internal untuk bisa menangani keadaan pasca kebakaran dengan lebih

