"Silahkan, Pak." Tangan Juna sedikit gemetar saat menerima sang putri dari perawat. Oh, lihatlah bayi mungil itu, menggeliat kecil dengan mata yang mengedip dalam gendongan Juna. Hal itu membuat Juna mengulum senyumnya. Juna menimangnya dengan hati-hati, matanya langsung memanas dengan bibir yang merekah bahagia saat tatapannya bertemu dengan sang putri. Ya Allah ... Juna jatuh cinta pada ciptaan Tuhan yang dititipkan kepadanya. Putri kecilnya, yang kini menggeliat kecil dalam gendongannya. Tatapan matanya langsung mengingatkan Juna pada sang istri. Satu kesamaan yang Sheya turunkan pada putri mereka membuat Juna sangat bersyukur, yaitu tatapan mata yang terasa meneduhkan, persis seperti ibunya. "Ar, diadzani dulu." Mama Kinnas di sampingnya mengingatkan, Juna langsung menganggu

