Lukman sendiri tidak tahu, kenapa dia jadi setertarik ini pada Raina. Waktu mereka belum menikah, meski Lukman menaruh hati pada Raina, nyatanya lelaki itu masih bisa mengendalikan dirinya. Tapi tidak dengan sekarang. Pagi - pagi disuguhi pandangan Raina yang sedang menyiram tanaman di teras depan, menarik perhatian Lukman. Dengan berbekal majalah sport, lelaki itu melangkahkan kaki ke teras. Duduk di salah satu kursi agar bisa memperhatikan Raina. Majalah di tangan hanya dia jadikan alasan agar niatnya tak ketahuan. Andai tidak ada Mami Zu, mungkin ia dan Raina bisa menikmati kebersamaan mereka tanpa perlu repot - repot bersembunyi seperti ini. Tapi, ah... sudahlah. Mungkin memang jalan cerita cintanya bersama Raina sedang diuji. Lukman harus lebih bisa bersabar lagi. "Ehem... Luke!

