Tiga minggu. Waktunya berlalu dengan irama yang aneh. Terkadang seperti sirup yang manis, penuh dengan hari-hari di mana Edrea dan Oz saling mengobrol panjang dan bercanda. Di hari-hari lain, dipenuhi debat kusir tentang siapa yang lupa membeli tisu, tawa terbahak-bahak menonton acara televisi larut malam, atau keheningan nyaman saat mereka membaca di sofa yang sama, dengan kaki yang nyaris bersentuhan. Ibarat Tom and Jerry. Satu mengejar, yang lain menghindar. Satu merencanakan keteraturan, yang lain adalah menciptakan badai. Tapi tanpa disadari, pertengkaran mereka sudah kehilangan sengitnya. Sekarang lebih seperti keakraban yang justru menghangatkan rumah itu. * * Satu hari kota diguyur hujan yang deras. Angin menderu keras. Edrea, yang sedang mencoba menyelesaikan pekerjaannya,

