Satya membuka pintu apartemennya, keadaan bersih dan rapi karena seminggu sekali ada orang yang datang membersihkannya. Langkahnya langsung menuju ruang mesin cuci berada, ia keluarkan dan pisahkan pakaian yang kotor dan mencucinya. Membiarkan mesin cuci bekerja sendiri, sementara dirinya pergi ke kamar. Tidak langsung naik ke tempat tidur, sekali pun ingin merebahkan diri. Satya memasuki kamar mandi, berdiri depan cermin saat mulai melepaskan setiap lapis pakaiannya. Lebih dulu menggosok gigi, dia terdiam sesaat memikirkan kalimat Hansika. Hubungan kita semakin dekat, bahkan saya melibatkan kamu untuk sesuatu yang menentukan kehidupan saya dimasa depan nanti. Lalu, beberapa hari di sini... menghabiskan banyak waktu sama kamu, saya hanya mau bersikap jujur. Saya mau lebih kenal kamu,

