“Izz dan Satya belum kembali?” tanyanya pada Eyang yang sedang ditemani Bunda Kikan. Duduk nyaman di sofa teras sore hari sambil merajut, Hansika bahkan masih menggunakan satu dompet kecil untuk kaca matanya, hasil dibuatkan Eyang Amira. “Belum, mereka kayaknya ke kota.” “Mau apa sih?” tanyanya sambil langsung duduk, bersila. Tadi diajak dia menolak, kini bahkan sejak Satya diajak Izz pergi dari satu jam pertama sudah membuatnya gelisah bukan main. Dia penasaran tujuan mereka. “Kamu penasaran tapi enggak mau ikut.” Respons Bunda Kikan sambil melirik Hansika. Terkekeh geli dengan kegelisahan ponakannya. “Nggak jelas tujuannya, dari pada begitu mending di rumah temani Eyang.” Ia menatap Eyang Amira yang membenarkan letak kaca matanya, tangannya sudah terbiasa merajut walau penglihata

