Perlindungan yang nyaman

2533 Words

Keheningan di ruang tamu itu terasa begitu menyesakkan, seolah oksigen di sana perlahan habis oleh ketegangan yang menggantung terutama karena dua bersaudara Leif yang seumur hidup mereka habiskan dengan perselisihan. Satya berdiri tegak, tangannya yang kekar bersedekap di d**a, menatap sosok Vihan yang kini tampak jauh lebih manusiawi. Kali ini rapuh dan pias daripada monster arogan yang selama ini ia kenal. Di dalam benak Satya, badai batin sedang berkecamuk. Ia melirik Hansika yang berdiri di sampingnya. Istrinya itu menatap Vihan dengan perpaduan antara rasa kasihan dan ketegasan yang mengerti keadaan Luca. Satya tahu, satu kalimat saja dari bibirnya tentang kehamilan Svala bisa mengubah segalanya. Itu bisa menjadi harapan baru bagi Vihan, atau justru menjadi senjata baru bagi pria it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD