Ketulusan yang diuji [2]

2252 Words

Di kediaman megah keluarga Hamish, atmosfer terasa begitu mencekik untuknya. Anak-anak yang penurut, yang manis dan membanggakan akhirnya tiba dititik membuatnya pusing tujuh keliling. Awalnya dia masa bodo, membiarkan putrinya itu pergi—sampai bahaya membayangi, barulah dia ketar-ketir sendiri. Semarah-marahnya ia, tidak ingin sampai membuat putrinya celaka. Dan Hansika pergi sendiri. “Huft!” sudah sekian kali ia menarik napas, dan menghembuskan berulang. "Beruntung jantung ini ciptaan Tuhan, entah bagaimana..." Memikirkan putrinya jauh lebih berat daripada setumpuk pekerjaannya di perusahaan. Hamish berdiri di depan jendela besar ruang tamu, matanya menatap tajam ke arah gerbang, sementara tangannya tak henti-henti meremas ponsel. Sampai-sampai ia sudah pergi ke kantor tadi, memili

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD