Warning 18+ . . Heningnya dini hari menyelimuti apartemen itu dengan ketenangan yang intim. Hansika mengerang pelan di balik selimut, jemarinya bergerak secara naluriah mencari kehangatan tubuh Satya di sampingnya. Namun, yang ia temukan hanyalah permukaan seprai yang sudah mendingin. Matanya terbuka perlahan, menatap langit-langit kamar yang masih gelap. “Mas Satya...” panggilnya dengan suara serak. Ia bangkit dari ranjang, merasakan sensasi kain kaus katun hitam milik Satya yang terasa sangat kontras di kulitnya. Kaus itu sangat kebesaran, jatuh hingga ke pertengahan pahanya, menyembunyikan fakta bahwa ia tidak mengenakan bra di baliknya. Bokser Satya yang longgar di pinggulnya menambah kesan bahwa ia benar-benar sedang berada di wilayah kekuasaan suaminya. Rambutnya berantakan, ja

