Bab 75

1300 Words

Bagi Lintang, kembali menginjakkan kaki ke kediaman Dewantara bukanlah hal menyenangkan. Masa lalu yang sebenarnya sudah ia tinggalkan, kini harus kembali menyergap setelah melihat setiap sudut ruang di dalamnya. Walaupun, malam ini sambutan Anwar terlihat baik, tetapi Lintang yakin tidak demikian dengan saudara tirinya. Begitu pula dengan Indri, yang mungkin hanya memasang senyum palsu bagi Lintang dan Raga malam ini. Setidaknya, hal itulah yang ada di benak Lintang. Namun, sebelum makan malam dimulai, Anwar mengajak Lintang untuk bicara empat mata sebentar. Untuk satu hal itu, Lintang akhirnya setuju dan tidak bisa menolak, karena Anwar mengatakannya di depan Rama. Paling tidak, Lintang harus menunjukkan sebuah sikap yang baik di depan bocah itu, sebagai contoh. Memang terasa munaf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD