Bab 77

1456 Words

“Jadi begini, Pa.” Raga membuang napas besar sebentar. Memegang ponsel, yang menghubungan panggilan video dengan Ario di hadapan. Tidak lama setelah Lintang memberi jawaban, Raga meminta izin untuk menelepon sang papa. Ia tidak pergi ke mana pun, dan masih berada di meja makan bersama yang lainnya. “Aku sama Lintang mau menikah.” “Menikah?” tanya Ario sedikit bingung. Ya, menikah. Beberapa saat lalu, Lintang menjawab pertanyaan Rama dengan anggukan. Ia menerima “lamaran” licik Raga yang tidak terduga, dan bersedia menikah dengan pria itu. Berharap, sepulang dari kediaman Dewantara, ia bisa membicarakan semua itu dengan Raga. Atau dengan kata lain, Lintang ingin meluapkan emosi pada pria itu. “Iya, Lintang sudah setuju, dan pak Anwar sekeluarga di sini juga setuju,” jawab Raga sambil m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD