Bab 59

1875 Words

Setiap kali pulang ke rumah, Arvin selalu disambut dengan suasana rumah yang mampu membuat rasa lelah lenyap seketika. Arvin sudah membuat batas waktu, kalau harus pulang malam, paling lambat jam tujuh malam. Seperti malam itu, Arvin sampai rumah disambut suara hangat dari dalam rumah. Lampu ruang keluarga menyala lembut, memantulkan cahaya hangat ke karpet tempat dua bayi kembar itu bermain dengan suara gumaman kecil yang lucu. Beberapa mainan warna-warni berserakan di sekitar mereka. Zahra duduk di lantai dengan kaki terlipat, mengawasi kedua putranya dengan senyum lembut. Salah satu bayi sedang mencoba berdiri sambil berpegangan pada sofa, sementara yang lain merangkak dengan semangat menuju boneka kain berbentuk beruang. “Pelan-pelan…” gumam Zahra sambil menahan tawa ketika bayi i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD