Tetangga itu mengambil paket dari tangan si kurir dan mengamatinya. "Ini benar. Nama pengirimnya Miranda." "Oh, Mbak Miranda?" Zahra terkejut. Arvin berdiri. "Biar aku yang ambilkan, Sayang," Arvin berjalan keluar dan kembali tak lama kemudian. “Sepertinya, tetangga baru kita orangnya cukup ramah.” Ucap Zahra sambil melihat tetangga mereka berjalan kembali ke rumahnya. Arvin tersenyum kecil. “Bagus kalau begitu. Setidaknya kita punya tetangga yang cukup peduli,” Zahra menatap paket di tangan Arvin, cukup besar. "Hadiah buat si kembar kayaknya. Waktu kamu habis lahiran, Miranda ngirim ucapan selamat." "Ya udah, dibuka aja, Mas," Arvin duduk di lantai dan membuka paket dengan hati-hati. Benar dugaannya, baju, sepatu dan topi untuk si kembar. "Bilang terima kasih sama mbak Miranda

