Pria itu tersenyum tipis. “Sulit melupakan orang yang pernah menyelamatkan hidupku.” Beberapa tahun lalu, pria itu pernah terjerat kasus besar. Semua orang menganggapnya sudah pasti masuk penjara. Namun Nico yang saat itu masih berada di puncak kariernya berhasil membebaskannya di pengadilan. Sebuah kemenangan yang dulu dipuji banyak orang. Kini kemenangan itu hanya menjadi bagian dari masa lalu. Pria itu menatap Nico lebih lama. “Keadaanmu… berbeda sekarang.” Nico tidak tersenyum. “Tentu saja.” Ia melirik sekilas ke dinding beton di sekelilingnya. “Tempat ini tidak terlalu cocok untuk jas mahal.” Pria itu tertawa pelan. Namun tawa itu cepat menghilang. “Kamu ingin aku datang. Ada apa?” Nico terdiam beberapa detik. Ia tidak langsung menjawab. Sebaliknya, ia memandang pria

