Julian berdiri di balkon hotel mewah yang ia tempati selama berada di Italia. Angin sore menyapu rambutnya pelan, membawa aroma kopi dari kafe-kafe kecil di jalanan bawah sana. Kota itu terlihat indah, klasik, dan lengkap dengan riuh para turis yang berlalu-lalang. Namun bagi Julian, pemandangan itu sama sekali tidak menyita perhatiannya. Ia sibuk memikirkan sesuatu yang jauh lebih penting: Mama pasti sedang mencari dirinya. Julian menyandarkan tubuhnya pada pagar balkon, membiarkan bahunya rileks sementara pikirannya melayang ke Indonesia. Ia tahu Farah, mamanya, pasti sedang berusaha keras menemukan keberadaannya. Ia memang sengaja meninggalkan sedikit jejak agar Farah tidak terlalu khawatir, tetapi tidak cukup jelas untuk membuat orang lain bisa melacaknya. Sekadar celah kecil agar Far

