Julian 07

1016 Words

Julian berdiri di depan pintu ruang tamu dengan kedua tangan bersedekap di d**a, memperhatikan Luna yang tengah mematut dirinya di depan cermin besar. Dress hitam selutut itu terlihat sederhana, tapi di tubuh Luna, tampak seperti sesuatu yang berbahaya bagi kewarasan siapa pun yang memandangnya. Rambut panjangnya dibiarkan terurai, sedikit bergelombang di ujung, dengan sapuan make up tipis yang membuat wajahnya segar dan memikat. Julian mendekat, langkah sepatunya terdengar lembut di lantai marmer. “Kau mau ke mana, Luna?” tanyanya dengan nada datar tapi pandangan yang jelas-jelas penuh selidik. Luna tersenyum, sedikit menunduk. “Aku mau bertemu dua sahabatku. Kami sudah lama tidak bertemu. Di kafe, tidak jauh dari sini.” Julian memiringkan kepala, menatap dalam ke arah mata gadis itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD