Siwon melangkah cepat, tubuhnya menghadang tepat di depan Julian. Jarak mereka hanya beberapa langkah, cukup dekat untuk merasakan hawa permusuhan yang pekat. Mata Siwon menyipit, rahangnya mengeras, seolah dirinya masih lelaki yang berhak menguasai segalanya, termasuk hidup Ryujin. “Kau tidak akan membawa Ryujin pergi,” kata Siwon dingin. “Dia milikku.” Ryujin yang berdiri di belakang Julian langsung bereaksi. Tangannya mencengkeram kuat jas Julian, tubuhnya gemetar menahan amarah dan ketakutan. “Aku bukan milik siapa pun selain suamiku,” ucapnya lantang, meski suaranya berghetar. Julian tidak langsung menjawab. Ia justru menyeringai sinis, senyum tipis yang tidak pernah berarti hal baik bagi siapa pun yang mengenalnya. Sorot matanya menuruni tubuh Siwon perlahan, penuh penilaian, seol

