Julian 123

2817 Words

Pagi itu udara terasa lebih dingin dari biasanya. Langit berwarna abu pucat, tidak benar-benar mendung, tapi juga tidak cerah. Seolah ikut menahan napas, mengetahui ke mana langkah Ryujin hari ini akan menuju. Ryujin berdiri di depan cermin kamarnya cukup lama. Ia mengenakan pakaian hitam sederhana, tanpa perhiasan mencolok, rambutnya diikat rapi ke belakang. Wajahnya tampak tenang, tapi matanya menyimpan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar ketenangan. Ada rindu yang sudah bertahun-tahun dipendam. Ada kata-kata yang tak pernah sempat terucap. Di ranjang, Jasmine masih tertidur pulas. Wajah kecil itu tampak damai, bulu matanya lentik, napasnya teratur. Ryujin mendekat, mengusap pipi putrinya dengan ujung jari, begitu pelan seolah takut membangunkannya. “Hari ini Mama kenalkan kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD