Julian 138

1599 Words

Ryujin melangkah perlahan di lorong rumah sakit, jarinya yang satu terus menyesuaikan posisi gendongan Jasmine agar nyaman, sementara tangan yang lain menggenggam rantang berisi pancake strawberry yang sudah ia tata dengan rapi. Setiap langkah membuat lantai berkilau itu memantulkan cahaya lampu, seolah menuntunnya langsung ke ruang rawat inap Farah. Jasmine meringkuk di lengannya, matanya setengah terpejam tapi sesekali menoleh, memperhatikan setiap gerakan ibunya. Suara langkah Ryujin bergema pelan, dan beberapa suster tersenyum melihat wanita itu, gendongan bayi di satu lengan, rantang di lengan lain, terlihat seperti pemandangan hangat di tengah kesibukan rumah sakit. Ryujin menahan napas sebentar, menatap pintu ruang rawat Farah dari jauh. Ia merahsakan sedikit gugup, bukan karena t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD