Julian duduk di ruang konsultasi dokter, menatap serius pada pria di depannya yang sedang meneliti catatan medis. Tangannya terkepal di atas meja, napasnya berat, tapi wajahnya tetap tenang di luar. Dokter menatap Julian, lalu menyesuaikan posisi kacamata di hidungnya sebelum mulai berbicara. “Pak Julian, kondisi Ibu Farah sudah stabil,” kata dokter dengan nada jelas tapi tenang. “Tekanan darahnya normal, jantungnya bekerja stabil, dan tanda vital lainnya menunjukkan pemulihan yang baik. Namun, meski sudah stabil, kami masih menyarankan observasi beberapa hari ke depan. Tubuhnya masih lemah dan butuh waktu untuk benar-benar pulih.” Julian mengangguk pelan. Ia menatap catatan medis di tangan dokter, lalu mengangkat matanya kembali. “Berapa lama kira-kira dia harus di sini?” tanyanya, nada

