Julian 137

3153 Words

Julian bersandar santai di kursi kerjanya, satu tangan mehmegang tablet yang masih menampilkan laporan terakhir tentang pergerakan Yosi. Matanya tajam, fokus, tidak ada satu detail pun yang terlewat. Sejak insiden di restoran dan kekacauan media sosial itu, Julian tidak berniat lengah sedikit pun. Bukan karena Yosi masih kuat, tapi justru karena wanita itu sudah terpojok. Orang yang terpojok sering kali bertindak nekat. Di depannya, Geo duduk diam. Terlalu diam. Julian akhirnya mengangkat wajahnya. Satu alisnya terangkat perlahan, ekspresi khas yang biasanya membuat lawan bicaranya langsung bicara tanpa diminta. “Ada apa?” tanya Julian datar, tapi jelas memperhatikan. Geo menghela napas panjang. Lelaki yang biasanya santai, penuh senyum percaya diri, hari ini terlihat… gelisah. Tangann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD