Julian 09

1630 Words

Ryujin membuka matanya perlahan, cahaya matahari pagi menembus celah gorden kamar dan membuatnya harus mengerjapkan mata beberapa kali agar penglihatannya kembali jelas. Kepalanya masih berat, sisa mabuk semalam terasa seperti tekanan lembut di belakang pelipis. Ia menghela napas kecil, mencoba mengingat potongan kejadian malam sebelumnya. Setelah beberapa detik, pandangannya akhirnya fokus. Dan saat itulah ia melihatnya. Di sofa kamarnya — yang sempit, bukan tempat tidur tamu, bukan ruang tengah — Julian Leonard tertidur di sana. Ryujin terpaku. Julian mengenakan kaus hitam sederhana yang entah kapan ia pakai, entah kapan ia melepaskan setelan jas mahalnya. Lengan kekarnya terlipat di atas d**a, napasnya teratur, dan wajahnya… Ryujin menahan napas. Julian terlihat jauh lebih muda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD