Julian 224

745 Words

Sore menjelang malam, suasana rumah kembali tenang setelah mereka pulang dari rumah sakit. Cahaya matahari mulai meredup, berganti dengan lampu hangat yang menyala di ruang keluarga. Udara terasa nyaman, dan untuk pertama kalinya hari itu, semuanya benar-benar terasa damai. Ryujin duduk di sofa dengan posisi setengah bersandar. Perutnya yang besar membuatnya sering mengatur ulang posisi duduk agar tetap nyaman. Tangannya mengusap perlahan, sesekali tersenyum mengingat hasil pemeriksaan tadi. Namun— ketenangan itu tidak berlangsung lama. Di seberangnya, Julian duduk dengan laptop di pangkuannya. Fokus. Serius. Jari-jarinya bergerak cepat di keyboard. Layar itu kembali menarik seluruh perhatiannya. Ryujin menatapnya. Lama. Sangat lama. Satu alisnya terangkat. Kemudian— ia mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD