Julian 136

3272 Words

Koridor rumah sakit itu masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Putih, dingin, dengan bau antiseptik yang menempel di udara. Namun pagi ini terasa berbeda bagi Ryujin. Langkahnya pelan, hati-hati, seolah ia tidak ingin mengganggu ketenangan apa pun yang sedang berusaha tumbuh di tempat itu. Jasmine berada dalam gendongannya. Putrinya itu mengenakan baju kecil berwarna krem, rambut halusnya tertutup topi tipis. Mata bulat Jasmine terbuka lebar, menatap langit-langit koridor seakan dunia di sekitarnya adalah sesuatu yang sepenuhnya baru dan menarik. Ryujin berhenti di depan pintu ruang rawat inap Farah. Ia menarik napas dalam, lalu mengetuk pelan sebelum mendorong pintu. Ruangan itu terang oleh cahaya pagi yang masuk dari jendela besar di samping ranjang. Mesin-mesin medis berdiri setia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD