Julian 93

2418 Words

Julian membuka pintu restoran itu perlahan, matanya langsung tertuju pada sosok Mora yang sudah menunggu. Rambut pirangnya tampak rapi disisir ke samping, wajahnya tersenyum tipis dengan mata yang menatap Julian seolah tahu semua isi kepalanya. Julian menelan ludah, merasakan napasnya sedikit tercekat, namun ia menahan diri untuk tidak bereaksi berlebihan. “Jadi, ini yang kau lakukan setelah tiga tahun, ya?” Julian berujar pelan, suaranya terdengar tegas namun dingin. Tidak ada rasa hangat, tidak ada kerinduan. Hanya ketegangan yang tajam. Mora mencondongkan tubuh sedikit ke depan, senyumnya tetap terjaga. “Julian, aku cuma ingin berbicara. Tidak lebih,” katanya lembut, suaranya seolah menenangkan, tapi Julian tahu itu adalah jebakan. Julian mencibir, menatap Mora dari atas ke bawah, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD