Julian 79

2557 Words

Yulia berdiri di sudut lorong yang menghadap ke ruang tengah. Dari jarak itu, ia bisa melihat Ryujin dengan jelas. Wanita itu duduk di sofa, Jasmine tertidur di dadanya, tubuhnya sedikit condong ke belakang seolah takut bayi itu terbangun jika ia bergerak terlalu banyak. Ryujin tampak tenang, bahkan terlalu tenang untuk seseorang yang berada di tengah markas mafia. Tatapan Yulia mengeras. Tangannya mengepal pelan. “Harusnya kau tidak ada di sini,” gumamnya lirih. Ryujin tertawa kecil saat Jasmine bergerak dan mengeluarkan suara kecil. Tawa itu terdengar ringan. Alami. Sesuatu yang tidak pernah Yulia miliki dalam hidupnya. Yulia membenci suara itu. Bukan karena keras. Tapi karena terasa nyata. “Wanita seperti itu tidak pantas hidup di dunia Julian,” lanjut Yulia dalam hati. Ia mela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD