60. Epilog

1707 Words

Keheningan di apartemen itu terasa begitu pekat, seolah dinding-dindingnya selalu ikut berduka, padahal kematian Joceline sudah berlalu satu tahun lamanya. Nathaniel berjalan menuju ruang kerjanya, duduk di kursi dengan tubuh yang merosot, tampak sangat berantakan di bawah lampu meja yang temaram. Di tangannya, tergenggam sebuah flashdisk pemberian Maxime saat di pemakaman sore tadi. ​Pikirannya masih berdebat hebat, antara melihat isi flashdisk itu atau tidak. Apalagi, bersamaan dengan itu, suara Maxime kembali menggema di telinganya. ​“Dia gak pernah mencintai gue. Sejak awal, sejak dulu, yang dia cintai cuman lo, Nath. Gak ada pria lain. Bahkan saat di Melbourne, yang dia ceritakan tetap lo. Saat dia gak sengaja melihat toko gitar, dia akan teringat sama lo yang sangat menyukai gita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD