Evans yang sempat samar-samar mendengar nama Daania disebut oleh seseorang, ia mulai tersadar dari ketidakberdayaannya. Pria itu mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. "Daan... Daania..." ucap Evans pertama kali setelah menggerakkan mulutnya yang terasa kaku untuk berkata. Bryan yang mendengar suara Evans memanggil nama Daania, segera menoleh dan bangkit dari posisi duduknya. Ia melangkah panjang untuk menghampiri pria itu, tampak guratan bahagia di wajah Bryan yang menyaksikan Evans sadar lebih cepat dari komanya. "Evans. Syukurlah kamu sudah sadar," ucap Bryan seraya menepuk pelan lengan pria itu. Evans mengenali wajah pria yang berada di dekatnya, pria yang pernah menemuinya di desa Bibury dan menceritakan tentang kondisi Daania yang ia tinggalkan. "Apakah kau yang sudah menolon

