36. Tingkah Laku Arman

1321 Words

Senyum tak juga hilang dari wajah Arman sejak Indira meninggalkan ruangannya. Sesekali jemarinya mengetuk ringan meja, seakan mengikuti irama hatinya yang sedang berdebar bahagia. Ia menatap layar laptop tapi pikirannya justru melayang pada wanita yang telah mencuri hatinya. "Bisa-bisanya kita sekantor," gumamnya lirih, nyaris seperti orang mabuk cinta. Pikirannya melayang kembali pada kejadian di lobi pagi tadi. Tatapan gugup Indira, pipinya yang memerah, dan cara ia menunduk dalam diam. Bagi orang lain mungkin hal itu biasa saja, tapi bagi Arman, itu momen luar biasa. Perempuan yang selama ini hanya ia hubungi lewat telepon, istri yang diam-diam ia nikahi tanpa sepengetahuan keluarga, kini berdiri di bawah satu atap dengannya. Ia bersandar di kursinya, mengusap dagu pelan. “Saya suam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD