67. Buku Nikah

1891 Words

Mobil memasuki basement apartemen, Indira menolehkan kepala menatap bingung pada Arman. "Pak Arman, kita nggak balik kantor? Kok malah pulang?" Arman tersenyum, melirik Indira sekilas. “Nggak apa-apa. Kamu kelihatan capek,” ucapnya lembut. “Tapi saya baik-baik saja, Pak. Harusnya kita kembali ke kantor. Mana ini masih jam kerja." "Ini sudah hampir pukul empat, Indira. Kalau pun balik kantor, sejam juga pulang." "Ya tapi saya jadi nggak enak sama karyawan yang lainnya. Apalagi kalau sampai mereka tau saya perginya sama Pak Arman." "Ya udah nggak masalah. Malah saya berencana membuka status kamu sebagai istriku di depan para karyawan." "Duh, jangan sekarang, Pak." "Iya iya. Kamu tenang saja. Sesiapnya kamu saja, sayang." Pipi Indira bersemu merah. Arman sudah mulai berani menggombali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD