70. Permintaan Papa

1064 Words

"Kamu nggak papa, In?" tanya Arman saat keduanya dalam perjalanan kembali ke kantor. Indira mengembuskan napas panjang. Ada kelegaan yang wanita itu rasakan. Indira menolehkan kepala ke samping, tersenyum pada Arman. "Saya baik-baik saja kok, Mas. Terima kasih ya karena selalu mensupport saya. Jika tidak ada Mas Arman, mungkin hingga sekarang saya masih belum berani menampakkan diri di hadapan Mama Malinda dan Adrian." Arman ikut tersenyum. Pria itu juga ikut bahagia melihat sang istri bahagia. Satu tangan yang bebas dari kemudi, meraih tangan Indira. Ia genggam tangan Indira erat. Jemarinya hangat, seolah ingin memastikan bahwa wanita di sampingnya benar-benar baik-baik saja. “Lalu rencanamu setelah ini apa?" "Belum tau. Saya cukup puas telah berhasil memberikan shock terapi untuk me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD