46. Pindah Ke Apartemen Arman

1222 Words

Pintu apartemen Maya terbuka. Aroma lavender dari diffuser langsung menyambut siapa pun yang masuk, sekaligus menciptakan suasana hangat yang kontras dengan dinginnya AC koridor luar. Indira melangkah masuk dengan jantung yang berdebar. Sejak di mobil bersama Arman tadi dirinya sudah tegang entah karena gugup, canggung, atau karena kenyataan bahwa ia pulang dengan membawa seorang pria. Begitu melihat wajah sahabatnya itu, Maya langsung berseru, “In! Kamu pulang juga akhirnya!” Sorot mata Maya bersinar lega, seolah Indira pergi seminggu penuh padahal baru satu hari ia tidak pulang. Maya mendekat cepat dan memeluk Indira erat, seperti menyalurkan rindu dan kekhawatirannya sekaligus. Namun detik berikutnya, tubuhnya refleks terhenti ketika ia melihat sosok pria jangkung berdiri dua langkah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD