Rasanya... aku tak benar-benar tidur. Ada beberapa kali kesadaranku hilang, namun akhirnya bangun karena terkejut. Bukan mimpi buruk penyebabnya. Namun seolah seluruh sel tubuhku masuk ke mode waspada. Pukul tiga. Pukul empat. Lalu azan subuh terdengar. Aku mendengus keras. Menyerah! Kuputuskan untuk bangun, tak mau mengambil resiko terlambat memulai hari. Aku turun dari ranjang, melangkah berat ke kamar mandi. Berwudhu. Kemudian salat. *** “Hmm,” sapaku sambil memejamkan mata. “Assalamu’alaikum,” ujar Mehdi. “Wa’alaikumussalam,” sahutku dan Nino. “Kok maneh nggak bilang kalau si Juno ke rumah semalam?” tanya Nino. “Menginap pula,” timpal Mehdi. “Gencatan senjata atau penandatanganan pakta perdamaian kelean?” “Sampe begadang begitu. Seru banget ngobrolnya?” sinis Nino. P

